Senin, 27 Februari 2017

Curhatku

Aku membuka laptop, menuliskan apa yang sedang dirasa.
aku bukan penulis yang mampu merangkai kata dengan begitu indah, seperti penulis idolaku "Boy Candra"

Sore ini terasa semua begitu sulit, setelah pertengkaran yang cukup hebat dengannya, dia kekasih yang aku habiskan waktu selama 6 tahun terakhir.
Aku bimbang ketegasan seperti apa yang harus aku ambil, aku dengannya menajalani hubungan yang sudah cukup lama, dalam 6 tahun terakhir waktu yang habiskan hanya dengannya, teman lelaki yang kupunya hanya dia, dan tempat untuku bagi segala keluh kesah.
dia seorang lelaki yang sangat baik, tanggung jawab, pekerja keras, dia juga seorang lelaki yang cemburuan, tapi aku menganggap itu semua hanya sebagian cara dia mencintaiku dan melindungiku walaupun terlihat begitu berlebihan.
terkadang aku merasa di kekang dengan cara dia melindungiku, tapi aku mencintainya.
apakah cinta seperti ini, senaif ini? merasa ingin bebas dan berteman dengan sahabat sahabat lama tapi tidak mampu mengungkapkan.
Satu hal yang ingin aku rasakan adalah bebas, aku ingin bebas berteman bebas menjelajahi alam yang aku inginkan, aku ingin bebas berkarya, tapi seakan semua terhalang.

Aku sempat berfikir ingin menyudahi ini semua, bahkan sekarang aku ingin mengakhirinya.
ada beberapa hal yang membuat aku masih belum mampu melakukannya, aku masih kuliah di kota ini, dan rasa takutku akan sikap keras nya.
aku ingin menyelesaikan kuliah ini dengan secepat mungkin, agar aku bisa terbang meninggalkan kota ini.
kota yang begitu banyak cerita dan menjadi saksi dari hidupku.

Dulu, aku merasa semua akan baik baik saja, walaupun dengan sikap keras dan cemburuanya, aku masih bisa mengatasi dan berfikir dia akan berubah nantinya, tapi semua percuma, di saat rencana rencana indah yang kami rencanakan semua makin sulit untuk dijalani.
Aku berpikir lagi inikah cinta? atau rasa hutang budi? atau inikah rasa tidak mampuku sebagai seorang wanita?
apa wanita selemah ini? selain media ini dimana lagi tempatku menceritakan segala kebingungan ini.
orang menilai aku begitu beruntung, beruntung memiliki lelaki ini, beruntung karna pekerjaan dan usaha yang sedang kujalani, tapi taukah kalian? aku begitu tertekan, rasa nya otak ku akan pecah.

Tuhah, aku memang seorang hamba yang hampir tidak pernah melakukan kewajibanku, aku jarang sholat.
tapi dengarkan do'aku setiap harinya, jangan jadikan dia imamku kelak.
aku ingin hidup sederhana yang bahagia, tanpa rasa tertekan dan amarah.
dengarkan tuhan.

sulistri yanti
28/02/2017